Perkenalan awal

Flutter merupakan sebuah framework multi-platform (dapat digunakan diberbagai sistem operasi) yang dibuat oleh Google dan dapat digunakan untuk membuat aplikasi hanya dengan satu codebase. Maksudnya, dengan hanya satu kali melakukan aktivitas pemrograman teman-teman sudah bisa membuat aplikasi di platform seperti Android, IOS, windows, linux, web, sampai macOS.

Pada awalnya framework Flutter ini diperkenalkan pada tahun 2015, tetapi baru resmi dirilis dengan versi 1.0 pada tahun 2017 di acara Google Developer. Seiring berkembangnya waktu banyak perusahaan besar seperti Toyota, Grab, bahkan Ebay yang menggunakan framework ini. Perkembangan yang pesat ini dikarenakan banyak fitur – fitur di Flutter yang memanjakan para developer seperti dukungan cross-platform, hot reload, sampai hemat biaya dalam hal pengembangannya.

Kelebihan Flutter

Jika teman-teman masih ragu dalam menggunakan framework satu ini berikut saya lampirkan beberapa kelebihan nya:

  • Multi-platform

Flutter membuat pengembangan aplikasi lintas platform menjadi lebih sederhana yaitu daripada membuat kode program terpisah untuk setiap platform, developer dapat memanfaatkan basis kode tunggal Flutter. Tidak seperti framework lintas platform lainnya seperti React Native dan Xamarin, antarmuka pengguna (UI) yang dibuat Flutter juga lebih sederhana, yaitu dengan rendering SKIA yang dimiliki flutter maka kita tidak memerlukan komponen UI khusus (satu UI untuk banyak platform)

  • Pengembangan lebih cepat dan mudah

Flutter memiliki banyak fitur yang membuat pengembangan aplikasi multi-platform menjadi lebih sederhana dan lebih cepat. Mungkin yang paling jelas/ adalah kemampuan untuk menggunakan satu basis kode dan UI (User Interface) untuk pengembangan multi-platform sehingga dapat menambah efisiensi dalam menghasilkan aplikasi untuk Android atau iOS.

Salah satu fitur paling penting dari Flutter dalam mengurangi waktu pengembangan adalah kemampuan Hot reload, yang mampu mempercepat implementasi perubahan pada kode program. Hot reload memungkinkan pengembang untuk melihat perubahan kode program yang dibuat secara real-time tanpa melakukan debuging ulang aplikasi dari awal. Hasilnya, pengembang dapat lebih cepat menguji fitur serta memperbaiki bug. Oleh karena itu, Flutter sangat optimal untuk membangun dan merilis aplikasi.

  • Mudah Dipelajari dan digunakan

Flutter sangat mudah digunakan, terlepas dari apakah para pengembang memiliki pengalaman pengembangan aplikasi atau tidak. Para developer yang terbiasa dengan bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP) seperti Java, Phyton sampai C# tidak akan kesulitan menggunakan flutter yang berbasis pada bahsa pemrograman Dart, karena Dart secara struktural dan sintak mirip dengan bahasa pemrograman tersebut. Selain itu, bagi para developer yang kurang berpengalaman dalam melakukan pengembangan aplikasi, flutter mempunyai komunitas yang aktif sehingga mempermudah dalam hal belajar framework satu ini serta Flutter juga memiliki dokumentasi yang sangat baik. Dokumentasi yang baik ini sangat penting bagi para developer untuk mempermudah dalam pemahaman bahasa pemrograman.

  • Menawarkan User Interface yang menawan

Agar aplikasi seluler benar-benar menarik minat, Aplikasi tersebut harus memiliki antarmuka pengguna (UI) yang dirancang dengan baik, menarik, dan fungsional. Dan Flutter unggul dalam hal – hal tersebut.

Widget-widget bawaan Flutter menghadirkan elemen aplikasi yang memiliki performa tinggi dan menarik secara visual. Membuat UI dari antarmuka paling dasar hingga yang lebih kompleks dengan banyak komponen hampir mudah dilakukan dengan Flutter.

  • Dapat membuat Game

Game ?? yak benar sekali, semenjak versi 3.0.0 dirilis pada awal tahun 2022, secara resmi flutter dapat digunakan untuk membuat sebuah permainan atau game. Meskipun mdalam melakukan pembuatan game dengan flutter masih belum stabil tapi ini termasuk sesuatu yang menjanjikan kedepannya untuk perkembangan Flutter.

Kekurangan Flutter

Seperti halnya frameork multi-platform lainnya flutter juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya:

  • Ukuran aplikasi yang dihasilkan cukup besar

Ukuran aplikasi merupakan perhatian besar bagi banyak developer. Meskipun sebagian besar perangkat seluler saat ini memiliki penyimpanan yang besardan grafis yang bagus, aplikasi yang dihasilkan flutter cukup besar dalam hal ukuran.

Ini terjadi karena flutter akan men-debug aplikasi kesemua platform yang di support jika kita melakukan build app secara langsung tanpa memilah platform mana yang akan kita tuju. Hal ini umumnya lumrah ditemui di framwork crossplatform lainnya seperti React Native atau Xamarin.

  • Harus mengerti bahasa pemrograman Dart

Dart merupakan fundamental dasar dari framework flutter, meskipun sintak dan struktur nya mirip bahsa lain seperti bahasa C, tetapi bahasa pemrograman Dart ini cukup asing bagi orang awam. Sehingga bagi para developer jika ingin melakukan pengembangan aplikasi dengan framework ini perlu belajar Dart terlebih dahulu agar tidak terjadi kesulitan

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa flutter kurang dalam dukungan pihak ketiga, tetapi ini tidak saya rasakan ketika melakukan pembuatan aplikasi dengan framwork ini. Kedepannya saya yakin framework flutter ini akan menjadi salah satu pionir dalam pengembangan aplikasi multi-platform serta dalam hal pembuatan game.

Terima kasih telah membaca sampai jumpa…